Singkat cerita, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) meminta pihak terkait, mencabut baliho serta memberikan undangan maaf. Sebab , dianggap sangat menganggu dan melecehkan profesi Perawat. Akhirnya, pengelola karaoke mengabulkan, dan memberikan undangan maaf.
Tahun 2018, eksploitasi terhadap atribut Perawat oleh pihak lain pun kembali terulang. Seperti akun Instagram @bellasophie5292 misalnya, mengunggah gambar kumpulan perempuan berpenampilan 'centil' tapi memakai kap (topi) yang biasa dipakai Perawat.
Meski atribut yang dipakai berwarna pink, tapi terperinci abjad yang ditampilkan, sosok nan identik dengan profesi Perawat, namun pakaiannya tidak etis, lantaran terlalu vulgar dan mencitrakan kondisi genit, dan haus perhatian.
Menanggapi unggahan @bellasophie5292 itu, di grup tertutup Suara Perawat (Super), secara umum dikuasai isinya Perawat menggerutu akan hal itu, lantaran di lapak @bellasophie5292 tidak sanggup dikomentari.
Hingga muncul pertanyaan, mengapa selalu atribut Perawat dieksploitasi,
Tidak itu saja, parahnya atribut Perawat pun masuk layar lebar, tapi sebagai sosok yang hina, ngesot, dan jadi hantu. Sebagai Perawat, sungguh menyakitkan melihat kondisi demikian.
Sebetulnya atribut yang dieksploitasi oleh orang-orang itu, sangat bertentangan dengan tujuan mulia profesi Perawat. Seperti Kap ( baca : topi Perawat). Penggunaanya bukan masalah sepele.
Untuk sanggup mengenakan Kap, seorang Perawat wajib menjalani sumpah profesi. Sedangkan mahasiswa Keperawatan yang akan praktik di rumah sakit, puskesmas dan layanan kesehatan lainnya, tentunya akan memakai Kap atau atribut Perawat.
Maka, juga dilakukan sumpah mahasiswa Keperawatan yang ditandai dengan pemasangan Kap, didalam sebuah program seremonial berjulukan 'Capping Day'. Ini, berlangsung sesudah mahasiswa Keperawatan menuntaskan tingkat satu.
Jadi, memakai kap Perawat, untuk eksploitasi demi mendapat laba pribadi, tidak sanggup dibenarkan. Apalagi telah melecehkan abjad profesi. Hal demikian, sanggup menjadi problem serius dikemudian hari.
Penggunaan atribut Perawat, sama halnya dengan memakai baret militer. Atau atribut Tentara dan Polisi, tidak sanggup sembarangan dipakai oleh orang-orang yang tidak berhak, lantaran sanggup disalah gunakan.
Kepada pihak yang ingin berkreasi, berinovasi maupun berpromosi, terkait berpakaian, mohon hentikan penggunaan atribut profesi Perawat. Terutama atribut Perawat yang tidak etis, nan menyalahi norma.
Jangan eksploitasi dan giring gambaran profesi Perawat dalam bentuk negatif, apalagi melecehkan. Karena untuk menjadi Perawat butuh pengorbanan, Kap Perawat sesuatu yang sakral, dan tidak dipakai sembarangan. Tolong hentikan eksploitasi atribut Perawat. (Anton Wijaya/ Foto : thesafetystore.com)
Sumber https://medianers.blogspot.com/
0 Response to "Tolong Hentikan Eksploitasi Atribut Perawat"
Posting Komentar