Penyakit Pasca Lebaran

Hingar-bingar suasana lebaran masih terasa meskipun goresan pena  ini diupdate H+3. Umat muslim masih saling silaturahmi, kunjung-mengunjungi sanak keluarga, terlihat terang di timeline penulis photo ngumpul dan makan-makan bareng keluarga.

Perubahan Pola Makan dan Minum

Satu bulan penuh sebelum lebaran, referensi makan umat muslim ditata dengan baik, terpola bagi yang puasa. Namun sehabis bulan ramadan berakhir, referensi yang sudah teratur tersebut, runtuh oleh sajian lebaran. Aneka penganan cendrung manis, dan berminyak. Demikian pula rendang, gulai, dan minuman elok serta mengandung soda lainnya akan menciptakan hukum makan jadi gagal dan berubah drastis.

Saat bersilaturahmi ke rumah keluarga, terang sajian yang dimaksud di atas akan terhidang di meja, tentunya tuan rumah akan mempersilahkan minum serta makan. Jika 1 hari mengunjungi 5 keluarga, maka berarti makan dan minum akan terhidang pula sebanyak 5 kali. Bilamana tidak dilahap, maka silaturahmi seakan tidak sempurna.

Nah, hal tersebut yang akan menjadikan duduk kasus kesehatan pasca silaturahmi lebaran. Yakni, berat-badan akan naik, alasannya yaitu referensi makan tidak terkontrol. Begitu juga sistim pencernaan akan 'kaget' yang biasanya teratur, kini

sembarangan. Makara penyakit yang akan muncul diantaranya: resiko diare, dan rentan gula darah naik serta kemungkinan tekanan darah juga menjadi naik (hipertensi).

Perubahan Pola Istirahat dan Tidur

Menjelang lebaran hingga H+7, pemudik bakal sibuk mempersiapkan sesuatu serta menghabiskan waktu di jalan serta terjebak macet. Di kabarkan tahun ini (idul fitri 2016) sebanyak 12 orang meninggal di pulau jawa alasannya yaitu terjebak macet di jalan tol.

Selain merenggut nyawa, ketika pulang kampung beresiko pula terjadinya kecelakaan akhir kelelahan di jalan dan tingginya arus transportasi. Bila tidak terjadi kecelakaan kemungkinan pengendara dan penumpang yang pulang kampung atau balik akan meningkatnya resiko penyakit ringan ibarat flu, batuk dan bersin-bersin, alasannya yaitu daya tahan tubuh menurun dan selain itu dipicu pula oleh perubahan cuaca.

Jadi, sebaiknya demi menjaga kesehatan, mari digalakkan sajian sehat ketika menjamu keluarga di hari lebaran, memperbanyak sajian sayur-sayuran serta buah-buahan. Untuk mencegah resiko penyakit gula, hipertensi,dll, mengingat ketika lebaran terjadi peningkatan kuantitas makan dan minum bagi tamu.

Dan, tamu sendiri hendaknya menjaga referensi makan jangan hingga punya prinsip TST ( Talatak Santuang Taruih) Apa yang ada dimakan, alasannya yaitu tanpa disadari akan meningkatkan gula darah, kegemukan dan hipertensi.

Selama berkunjung dan membawa kendaraan ketika pulang kampung atau balik, maka jagalah istirahat dan tidur anda. Jangan tergesa-gesa atau saling dahulu mendahului, alasannya yaitu ancaman selalu mengancam, mengingat padatnya jalanan di ketika lebaran.(AW)
Sumber https://medianers.blogspot.com/

Related Posts :

0 Response to "Penyakit Pasca Lebaran"

Posting Komentar