Askep Hemofilia

 mulai dari pengkajian keperawatan pada hemofilia askep hemofilia
Sebelum melangkah ke askep hemofilia, ada baiknya mengetahui definisi dari penyakit hemofilia, menyerupai pada posting terdahulu wacana definisi penyakit hemofilia,penyebab penyakit hemofilia,Pathofisiologi,Komplikasi serta Uji Laboratorium dan Diagnostik yang diharapkan untuk penyakit hemofilia,penyakit hemofilia ialah adalah penyakit koagulasi darah kongenital alasannya ialah anak kekurangan faktor pembekuan VIII (Hemofilia A) atau faktor IX (Hemofilia B), anda bisa baca di sini (klik)

Askep hemofilia

Pengkajian Keperawatan pada askep hemofilia

1.    Pengkajian sistem neurologi
a.    Pemeriksaan kepala
b.    Reaksi pupil
c.    Tingkat kesadaran
d.    Reflek tendo
e.    Fungsi sensoris
2.    Hematologi
a.    Tampilan umum
b.    Kulit : (warna pucat, petekie, memar, perdarahan membran mukosa atau dari luka suntikan atau pungsi vena)
c.    Abdomen (pembesaran hati, limpa)
3.    Kaji anak terhadap sikap lisan dan nonverbal yang mengindikasikan nyeri
4.    Kaji daerah terkait untuk menilai luasnya daerah perdarahan dan meluasnya kerusakan sensoris, saraf dan motoris.
5.    Kaji kemampuan anak untuk melaksanakan kegiatan perawatan diri (misal : menyikat gigi)
6.    Kaji tingkat perkembangan anak
7.    Kaji Kesiapan anak dan keluarga untuk pemulangan dan kemampuan menatalaksanakan acara pengobatan di rumah.
8.    Kaji gejala vital (TD, N, S, Rr).

Diagnosa Keperawatan yang kemungkinan muncul pada askep hemofilia

1.    Risiko injuri b.d perdarahan
2.    Nyeri b.d perdarahan dalam jaringan dan sendi
3.    Risiko kerusakan mobilitas fisik b.d dampak perdarahan pada sendi dan jaringan lain.
4.    Perubahan proses keluarga b.d anak menderita penyakit serius


1. Intervensi Keperawatan askep hemofilia
Diagnosa perawatan askep hemofilia 1,  Risiko injuri b.d perdarahan
Tujuan    : Menurunkan risiko injuri
Intervensi     :
1.    Ciptakan lingkungan yang kondusif dan memungkinkan proses pengawasan
2.    Beri dorongan intelektual / kegiatan kreatif
3.    Dorong OR yang tidak kontak (renang) dan gunakan alat pelindung : helm
4.    Dorong orang renta anak untuk menentukan kegiatan yang sanggup diterima dan aman
5.    Ajarkan metode perawatan / kebersihan gigi.
6.    Dorong dewasa untuk memakai shaver hindari ROM pasif sesudah episode perdarahan akut.
7.    Beri nasehat pasien untuk mengenakan identitas medis.
8.    Beri nasehat pasien untuk tidak mengkonsumsi aspirin, bisa disarankan memakai Asetaminofen.

1. Diagnosa perawatan askep hemofilia 1, Risiko injuri b.d perdarahan
Tujuan    : Sedikit atau tidak terjadi perdarahan
Intervensi    :
1.    Sediakan dan atur konsentrat faktor VIII + DDAVP sesuai kebutuhan.
2.    Berikan pendidikan kesehatan untuk pengurusan penggantian faktor darah di rumah.
3.    Lakukan tindakan suportif untuk menghentikan perdarahan
•    Beri tindakan pada area perdarahan 10 – 15 menit.
•    Mobilisasi dan elevasi area sampai diatas ketinggian jantung.
•    Gunakan kompres cuek untuk vasokonstriksi.

3. Diagnosa perawatan askep hemofilia 3,Nyeri b.d perdarahan dalam jaringan dan sendi
Tujuan    : Pasien tidak menderita nyeri atau menurunkan intensitas atau skala nyeri yang sanggup diterima anak.

Intervensi    :
1.    Tanyakan pada klien tengtang nyeri yang diderita.
2.    Kaji skala nyeri.
3.    Evaluasi perubahan sikap dan psikologi anak.
4.    Rencanakan dan awasi penggunaan analgetik.
5.    Jika injeksi akan dilakukan, hindari pernyataan “saya akan memberi kau injeksi untuk nyeri”.
6.    Hindari pernyataan menyerupai “obat ini cukup untuk orang nyeri”.
7.    “Sekarang kau tidak membutuhkan lebih banyak obat nyeri lagi”.
8.    Hindari penggunaan placebo ketika pengkajian/ penatalaksanaan nyeri.

Diagnosa perawatan askep hemofilia 4, Risiko kerusakan mobilitas fisik b.d dampak perdarahan pada sendi dan jaringan lain.
Tujuan    : Menurunkan resiko kerusakan mobilitas fisik.
Intervensi    :
1.    Elevasi dan immobilisasikan sendi selama episode perdarahan.
2.    Latihan pasif sendi dan otot.
3.    Konsultasikan dengan andal terapi fisik untuk acara latihan.
4.    Konsultasikandengan perawat kesehatan masyarakat dan terapi fisik untuk supervisi ke rumah.
5.    Kaji kebutuhan untuk administrasi nyeri.
6.    Diskusikan diet yang sesuai.
7.    Support untuk ke ortopedik dalm rehabilitasi sendi.

Diagnosa perawatan askep hemofilia 4,Perubahan proses keluarga b.d anak menderita penyakit serius
Tujuan    : Klien sanggup mendapatkan support adekuat.
Intervensi    :
1.    Rujuk pada konseling genetik untuk identifikasi kerier hemofilia dan beberapa kemungkinan yang lain.
2.    Rujuk kepada biro atau organisasi bagi penderita hemofilia.


DAFTAR PUSTAKA

1.    Cecily. L Betz, 2002, Buku Saku Keperawatan Pediatri, Alih bahasa Jan Tambayong, EGC, Jakarta.

2.    Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI, 1985, Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak 1, Infomedika, Jakarta.

3.    Sodeman, 1995, Patofisiologi Sodeman : Mekanisme Penyakit, Editor, Joko Suyono, Hipocrates, Jakarta.

4.    Arif M, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi III, Jilid 2, Media Aesculapius, FKUI, Jakarta.

demikian wacana askep hemofilia, mulai dari pengkajian keperawatan pada hemofilia,diagnosa keperawatan hemofilia,serta intervensi keperawatan pada hemofilia

Related Posts :

0 Response to "Askep Hemofilia"

Posting Komentar