Menikmati kesunyian di beranda rumah, hanya ditemani secangkir kopi pahit, menciptakan imajinasiku semakin tak terkendali. "Cobalah, praktekkanlah, pasti kamu akan bisa." Barangkali itu yang disampaikan jangkrik, mungkin ! Sebagai bentuk penghibur di kesepian malam.
Bintang kecil di angkasa yang menembus kegelapan hingga cahayanya terlihat terang di teras rumah, menggiringku mengingat Nelson Mandela. Ia yaitu presiden Afrika Selatan yang pernah berucap, "Selalu sepertinya tidak mungkin hingga
hal itu dilakukan."
Sumber https://medianers.blogspot.com/
Yah, laki-laki kelahiran 18 Juli 1918 ini, yaitu sosok anti diskriminasi dan penjajahan. Nelson Mandela berani melawan arus, bahkan pernah di jatuhi eksekusi seumur hidup sebab menentang arogansi penguasa. Apa yang diperjuangkan Nelson Mandela, kesannya berbuah manis, ia berhasil mengikis diskriminasi di negaranya, dan menjadi presiden Afrika Selatan priode 1994-1999 melalui pemilihan demokratis.
Kutipan Nelson Mandela tersebut, sebagai isyarat, bahwa sesuatu yang direncanakan itu, harus dilakukan, dipraktekkan. Jangan aturan diri sendiri dengan kata gagal sebelum dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.
Nelson Mandela yaitu tokoh, saya bukan siapa-siapa, setidaknya hal faktual yang lahir dari verbal dia dapat sebagai motivasi dalam mewujudkan sebuah impian. Minimal merevolusi diri dari kebiasaan buruk, demi sebuah kejayaan di kemudian hari.
Kopi pahitku mulai dingin, angin malam serasa menusuk ketulang. Seolah menegur, "Segeralah ambil selimut dan tidur."(AntonWijaya/ Catatan menjelang tidur)
Sumber https://medianers.blogspot.com/
0 Response to "Aku Bukan Nelson Mandela"
Posting Komentar