Perawat ialah pelayan masyarakat, ia di sumpah mendahulukan kepentingan orang banyak di atas kepentingan pribadi, dan tidak membeda-bedakan pelayanan berdasarkan suku, agama, ras dan etnis, semua sama di mata Perawat. Perawat juga di keyakinan untuk bersikap empati, ikut mencicipi apa yang dirasakan orang lain.
Kemudian Perawat dituntut menjaga kerahasiaan klien (pasien), kecuali diharapkan pengadilan dalam menegakan hukum. Hal demikian selalu di sampaikan oleh dosen Keperawatan di kampus, bahkan poin-poin demikian juga di bacakan dan diulang secara ekspresi oleh mahasiswa keperawatan ketika Caping Day ( Pemasangan Kap) yakni, hari mengucapkan sumpah, menjelang mahasiswa akan dilepaskan praktek ke pelayanan kesehatan.
Kode etik Perawat juga memperkokoh poin-poin di atas, sebagai panduan bagi Perawat dalam beretika di masyarakat, terutama di pelayanan kesehatan. Jika ada, Perawat yang berbuat di luar kewajaran, itu ialah oknum, sebagaimana terdapat pula pada profesi lain, bahwa tepat itu tidak ada. "Tidak ada gading yang tak retak" ibarat ungkapan pepatah bijak.
Lalu, apa kaitannya dengan keuntungan mempunyai pasangan Perawat ? Kaitannya adalah, Perawat mempunyai jiwa pelayan, bukan untuk dilayani, Perawat punya instruksi etik, dan Perawat juga mempunyai tenggang rasa dan toleransi jadi sangat cocok bagi anda yang mencari pasangan demikian. Selengkapnya akan uraikan laba mempunyai pasangan Perawat, sebagai berikut:
1. Perawat Memiliki Jiwa Pelayan
Yah, banyak dari kita ingin dilayani bagaikan raja, tapi sangat sulit melayani orang lain dengan baik. Perawat memperlihatkan pelayanan kepada orang lain dari hal remeh-temeh hingga ke hal-hal yang membutuhkan skill . Remeh yang dimaksud adalah, memandikan pasien di kawasan tidur, menggunting kuku pasien, membersihkan luka, mengganti perban, membersihkan kawasan tidur dan membantu pasien memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari ( total care ).
Sedangkan skill yang dimaksud adalah, Perawat mempunyai keahlian baik teori maupun mudah dalam bidang kesehatan. Perawat bisa menjelaskan perjalanan penyakit yang sedang di alami pasien, dan bagaimana perkembangan penyakit, serta hal-hal apa saja yang boleh dan dilarang dilakukan, dan bahkan Perawat bisa memperlihatkan terapi. Artinya, Perawat bisa sebagai educator dan juga bisa sebagai inisiator dalam mengambil keputusan.
Apa kaitannya dengan pasangan ? Anda bisa membayangkan bukan, kalau anda sakit, Perawat sebagai pasangan hidup anda tentunya akan maksimal melayani anda. Sedangkan ia mempunyai latar belakang dan punya keahlian untuk melaksanakan itu. Sangat berbeda rasanya, yang merawat anda ketika sakit seorang Perawat biasa dibandingkan yang merawat ialah seorang istri atau suami yang berprofesi sebagai Perawat.
Jelas Perawat, akan merawat hati, perasaan dan rasa sakit anda sebaik mungkin, alasannya ialah ia ialah Pelayan terlatih dan profesional. Juga akan merawat kesehatan belum dewasa dan keluarga besar anda. Ia bisa jadi konsultan kesehatan anda sekeluarga. Menurut
Medianers, itulah salah satu laba mempunyai pasangan hidup seorang Perawat.
2. Perawat Memiliki Jiwa Empati, Peduli dan Cepat tanggap
Sikap tenggang rasa dan peduli ini ialah perilaku dasar yang wajib dimiliki seorang Perawat sejak di dingklik kuliah. Hal ini, selalu di pesankan oleh dosen, ketika praktek hal ini juga selalu disampaikan senior Perawat di Rumah Sakit, "empati, peduli dan cepat tanggap."
Anda beruntung, anda punya pasangan tenggang rasa untuk kawasan curhat di rumah, alasannya ialah pasangan anda punya latar belakang untuk itu. Jelas ia akan bisa mendengarkan keluhan anda dengan seksama, ia bisa diandalkan menjaga privasi kehidupan pribadi anda. Dan juga peduli dengan kebutuhan anda, serta cepat tanggap memenuhinya. Karena ia, terlatih untuk melaksanakan itu.
3. Perawat perhatian pada orang bersahabat dan lingkungannya
Untuk mengetahui dan memahami kondisi orang lain, perawat melaksanakan anamnesis pada pasien, mengkaji riwayat kesehatan terdahulu pasien, serta menanyai riwayat kesehatan sekarang.
Perawat memperhatikan/ mengobservasi apa yang terjadi dengan kesehatan pasien. Ia catat respon badan klien setiap hari, ia dokumentasikan baik data subjektif maupun data objektif, kemudian ia prioritaskan persoalan untuk dicarikan solusi yang tepat, yaitu bahasa sehari-hari disebut dengan asuhan keperawatan.
Kebiasaan tersebut akan terbawa kerumah dan dalam pergaulan sehari-hari. Jika anda murung, anda gelisah atau anda kelihatan menyendiri, itu merupakan data awal bagi Perawat untuk mendiagnosis anda. Anda akan selalu diperhatikan, bahkan anda akan di anamnesis, ditanya ada apa? Masalah apa yang anda hadapi? Seorang Perawat profesional tidak akan membiarkan anda memecahkan persoalan sendirian, ia akan berdiskusi dengan anda untuk mencari jalan keluar yang baik. Karena ia sudah terlatih melaksanakan itu di pelayanan kesehatan, kawasan ia bekerja.
Nah, hal demikian salah satu alasan yang menciptakan anda beruntung mempunyai pasangan Perawat, alasannya ialah ia selalu perhatian dan tidak tinggal membisu membiarkan pasangan hidupnya menghadapi permasalahan sendirian.
4. Perawat Bekerja dengan Naluri Keibuan
Beruntung sekali anda punya pasangan seorang Perawat, alasannya ialah ia mempunyai Mother Insting ( Naluri Keibuan). Florence Nightingle yang menularkan itu kepada seluruh Perawat dunia. Merawat orang lain dengan naluri keibuan. Seorang ibu tidak akan pernah memperlihatkan hal terburuk untuk anaknya.
Demikian juga dengan Perawat Profesional hari ini, masih memainkan aspek psikologis dalam merawat pasien. Jika anda menemukan di rumah sakit tidak ibarat yang Medianers sampaikan, sekali lagi itu ialah oknum, bukan Perawat profesional, tapi merawat alasannya ialah terpaksa, tidak ada pilihan lain baginya. Dan, ia juga tidak mau berubah. Seharusnya, Perawat demikian di cabut Surat tanda registrasinya di pelayanan kesehatan.
Terakhir, opini ini medianers tuliskan berdasarkan latar belakang profesi Perawat ketika bekerja, dan medianers kaitkan dengan prilakunya dalam menempuh kehidupan sehari-hari. Semua yang tertulis tidaklah mutlak sebagai pola bagi anda. Tetap proses pengumpulan data pribadi ke pribadi masing-masing calon pasangan wajib dilakukan, demi mendapat data valid, sehingga anda tidak akan pernah kecewa suatu hari nanti telah menikahi seorang Perawat. (AntonWijaya)
Sumber https://medianers.blogspot.com/
2. Perawat Memiliki Jiwa Empati, Peduli dan Cepat tanggap
Sikap tenggang rasa dan peduli ini ialah perilaku dasar yang wajib dimiliki seorang Perawat sejak di dingklik kuliah. Hal ini, selalu di pesankan oleh dosen, ketika praktek hal ini juga selalu disampaikan senior Perawat di Rumah Sakit, "empati, peduli dan cepat tanggap."
Anda beruntung, anda punya pasangan tenggang rasa untuk kawasan curhat di rumah, alasannya ialah pasangan anda punya latar belakang untuk itu. Jelas ia akan bisa mendengarkan keluhan anda dengan seksama, ia bisa diandalkan menjaga privasi kehidupan pribadi anda. Dan juga peduli dengan kebutuhan anda, serta cepat tanggap memenuhinya. Karena ia, terlatih untuk melaksanakan itu.
3. Perawat perhatian pada orang bersahabat dan lingkungannya
Untuk mengetahui dan memahami kondisi orang lain, perawat melaksanakan anamnesis pada pasien, mengkaji riwayat kesehatan terdahulu pasien, serta menanyai riwayat kesehatan sekarang.
Perawat memperhatikan/ mengobservasi apa yang terjadi dengan kesehatan pasien. Ia catat respon badan klien setiap hari, ia dokumentasikan baik data subjektif maupun data objektif, kemudian ia prioritaskan persoalan untuk dicarikan solusi yang tepat, yaitu bahasa sehari-hari disebut dengan asuhan keperawatan.
Kebiasaan tersebut akan terbawa kerumah dan dalam pergaulan sehari-hari. Jika anda murung, anda gelisah atau anda kelihatan menyendiri, itu merupakan data awal bagi Perawat untuk mendiagnosis anda. Anda akan selalu diperhatikan, bahkan anda akan di anamnesis, ditanya ada apa? Masalah apa yang anda hadapi? Seorang Perawat profesional tidak akan membiarkan anda memecahkan persoalan sendirian, ia akan berdiskusi dengan anda untuk mencari jalan keluar yang baik. Karena ia sudah terlatih melaksanakan itu di pelayanan kesehatan, kawasan ia bekerja.
Nah, hal demikian salah satu alasan yang menciptakan anda beruntung mempunyai pasangan Perawat, alasannya ialah ia selalu perhatian dan tidak tinggal membisu membiarkan pasangan hidupnya menghadapi permasalahan sendirian.
4. Perawat Bekerja dengan Naluri Keibuan
Beruntung sekali anda punya pasangan seorang Perawat, alasannya ialah ia mempunyai Mother Insting ( Naluri Keibuan). Florence Nightingle yang menularkan itu kepada seluruh Perawat dunia. Merawat orang lain dengan naluri keibuan. Seorang ibu tidak akan pernah memperlihatkan hal terburuk untuk anaknya.
Demikian juga dengan Perawat Profesional hari ini, masih memainkan aspek psikologis dalam merawat pasien. Jika anda menemukan di rumah sakit tidak ibarat yang Medianers sampaikan, sekali lagi itu ialah oknum, bukan Perawat profesional, tapi merawat alasannya ialah terpaksa, tidak ada pilihan lain baginya. Dan, ia juga tidak mau berubah. Seharusnya, Perawat demikian di cabut Surat tanda registrasinya di pelayanan kesehatan.
Terkait : Alasan Memilih Jurusan KeperawatanTentunya, pasangan anda di rumah akan lebih merawat anda, alasannya ialah ia mempunyai konsep " mother insting." Ia totalitas dalam mengawasi kehidupan rumah tangga, sepenuh hati mencurahkannya, sebagaimana seorang ibu menyayangi anak-anaknya. Hal demikianlah, berdasarkan medianers salah satu laba mempunyai pasangan seorang Perawat.
Terakhir, opini ini medianers tuliskan berdasarkan latar belakang profesi Perawat ketika bekerja, dan medianers kaitkan dengan prilakunya dalam menempuh kehidupan sehari-hari. Semua yang tertulis tidaklah mutlak sebagai pola bagi anda. Tetap proses pengumpulan data pribadi ke pribadi masing-masing calon pasangan wajib dilakukan, demi mendapat data valid, sehingga anda tidak akan pernah kecewa suatu hari nanti telah menikahi seorang Perawat. (AntonWijaya)
Sumber https://medianers.blogspot.com/
0 Response to "Keuntungan Menikah Dan Mempunyai Pasangan Perawat"
Posting Komentar